Program Calon Taruna (CATAR) SMA Dwiwarna Boarding School adalah layanan belajar intensif yang menyiapkan siswa untuk seleksi masuk sekolah kedinasan TNI/Polri dan sipil. Sebagai bagian dari beragam layanan belajar di sekolah unggulan umum bernafaskan Islam dan SMA Unggul Garuda Transformasi 2026 (Sekolah Garuda) Kemdiktisaintek, program CATAR dapat diikuti sejak kelas X, setiap akhir pekan, dengan pendampingan fasilitator dari TNI yang berpengalaman dalam tes kesamaptaan.
Apa Itu Program CATAR di SMA Dwiwarna?
Program CATAR adalah program pembinaan khusus yang dirancang untuk siswa SMA Dwiwarna Boarding School yang berminat melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan. Program ini menyiapkan siswa secara fisik dan non-fisik secara bersamaan, sesuai dengan standar seleksi resmi sekolah kedinasan TNI, Polri, maupun sipil.
Tujuh sekolah kedinasan utama yang menjadi target alumni Program CATAR Dwiwarna:
Selain ketujuh kedinasan di atas, program CATAR juga membuka jalur ke Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Sekolah Tinggi Pelayaran (STIP), Politeknik Penerbangan Indonesia (Poltekbang), dan kedinasan lainnya sesuai kebijakan penerimaan tahunan masing-masing instansi.
Materi Pelatihan Program CATAR
Program CATAR SMA Dwiwarna mencakup enam komponen pelatihan utama yang dirancang sesuai standar resmi seleksi sekolah kedinasan:
1. Bina Jasmani (Binjas)
Pelatihan fisik terstruktur yang mencakup lari 12 menit (target 3.200 sampai 3.500 meter), push-up, sit-up, pull-up (putra) atau chinning (putri), shuttle run, dan renang sesuai standar kesamaptaan TNI/Polri. Latihan menggunakan fasilitas olahraga lengkap di kampus 7,5 hektar Dwiwarna termasuk kolam renang dan lapangan lari, dengan pendampingan instruktur bersertifikat.
2. Kesamaptaan
Pembentukan sikap tubuh, baris-berbaris (PBB), dan disiplin fisik sesuai standar militer dan kepolisian. Latihan meliputi gerakan PBB dasar, samapta A (kekuatan kardiovaskular), dan samapta B (kekuatan tubuh bagian atas), dengan simulasi tes resmi yang berlaku di tiap-tiap kedinasan.
3. Persiapan Akademik
Penguatan materi TPA (Tes Potensi Akademik), TKA (Tes Kemampuan Akademik), dan Tes Wawasan Kebangsaan yang menjadi komponen seleksi di sekolah kedinasan. Materi mencakup matematika dasar dan terapan, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, pengetahuan umum, dan pengetahuan kebangsaan termasuk UUD 1945, Pancasila, dan sejarah perjuangan nasional.
4. Psikotes
Simulasi dan pembahasan soal psikotes yang umum digunakan dalam seleksi sekolah kedinasan, mencakup tes IST (Intelligence Structure Test), tes kepribadian (MMPI), tes minat (Holland Code), dan tes kemampuan kerja. Siswa dilatih mengenali pola soal dan mengelola waktu pengerjaan secara efisien.
5. SKD (Seleksi Kompetensi Dasar)
Persiapan tes SKD yang menjadi syarat awal masuk sekolah kedinasan sipil seperti IPDN, STIS, dan PKN STAN. SKD mencakup tiga sub-tes: TWK (Tes Wawasan Kebangsaan, ±35 soal), TIU (Tes Intelejensi Umum, ±30 soal), dan TKP (Tes Karakteristik Pribadi, ±35 soal). Latihan dilakukan dengan tryout berkala dan analisis hasil per peserta.
6. MCU (Medical Check Up)
Panduan persiapan kondisi kesehatan dan pemeriksaan fisik yang dipersyaratkan masing-masing sekolah kedinasan. Pemeriksaan rutin mencakup darah lengkap, urinalisis, HBsAg, Anti-HCV, EKG, rontgen toraks, dan pemeriksaan postur, mata (buta warna, minus), gigi, dan THT. Peserta juga mendapatkan panduan menjaga kondisi tubuh selama masa persiapan.
Peserta CATAR juga mendapatkan program tambahan kunjungan langsung ke kampus sekolah kedinasan pilihan untuk pengenalan lingkungan dan motivasi.
Jadwal dan Mekanisme Program CATAR
Program CATAR dapat diikuti oleh semua siswa SMA Dwiwarna mulai kelas X. Pelatihan berlangsung setiap akhir pekan (Jumat, Sabtu, dan Minggu pagi) sehingga tidak mengganggu jadwal akademik reguler Senin sampai Jumat. Lokasi latihan bergantian antara kampus SMA Dwiwarna di Parung dan GOR Pakansari Bogor untuk variasi medan dan ekspos kompetisi.
Setiap sesi dimulai dengan pemeriksaan denyut nadi awal, yel-yel pembangkit semangat, pemanasan terstruktur, senam kerja, dan dilanjutkan latihan inti sesuai komponen yang dijadwalkan (Binjas, Kesamaptaan, Psikotes, atau Akademik). Sesi diakhiri dengan pendinginan, evaluasi capaian, dan briefing untuk sesi berikutnya.
Dengan sistem boarding school, lingkungan asrama turut mendukung program CATAR: disiplin harian, pola makan teratur dengan gizi seimbang dari katering ahli gizi, dan jadwal olahraga pagi yang sudah menjadi rutinitas asrama menjadi fondasi fisik yang kuat untuk seluruh peserta.
Mengapa Memulai Persiapan CATAR sejak SMA?
Seleksi sekolah kedinasan membutuhkan persiapan fisik dan akademik yang tidak bisa dikejar dalam waktu singkat. Dengan memulai dari kelas X, siswa memiliki tiga tahun untuk membangun fondasi yang kuat:
- Membangun kebugaran fisik secara bertahap tanpa risiko cedera akibat latihan mendadak intensif menjelang seleksi.
- Memahami materi akademik kedinasan sedini mungkin sehingga punya cukup waktu mengulang dan memperdalam topik sulit.
- Mengikuti simulasi seleksi berkali-kali (tryout SKD, simulasi psikotes, latihan kesamaptaan terjadwal) sebelum ujian sesungguhnya.
- Mengunjungi langsung kampus kedinasan sehingga mendapat gambaran nyata tentang kehidupan taruna dan dapat memilih pilihan kedinasan dengan informasi penuh.
Sebagai SMA Unggul Garuda Transformasi 2026 dari Kemdiktisaintek, SMA Dwiwarna juga membuka akses kolaborasi dengan perguruan tinggi top yang relevan dengan jalur kedinasan, sehingga siswa mendapat bekal lengkap dari sisi akademik, fisik, dan jaringan profesional.